Tafsir Ibnu Katsir Jilid 7, Menyelami Surah Yunus hingga Hud
Damaskus — Jilid ketujuh dari karya besar Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim karya Imam Ibnu Katsir hadir dengan penafsiran yang mendalam terhadap Surah Yunus dan Surah Hud. Kedua surah Makkiyah ini sarat dengan pesan akidah, kisah para nabi, serta peringatan tentang konsekuensi iman dan kekufuran.
Dalam penafsiran Surah Yunus, Ibnu Katsir menekankan ajakan kepada tauhid, bantahan terhadap kemusyrikan, serta penegasan tentang kebenaran wahyu. Kisah Nabi Yunus yang terkenal dengan peristiwa ditelan ikan besar dijelaskan dengan penuh hikmah, menekankan pentingnya kesabaran, doa, dan kembali kepada Allah dalam setiap keadaan.
Surah Hud kemudian memperluas cakupan kisah para nabi, seperti Nuh, Hud, Shalih, Ibrahim, Luth, Syu’aib, dan Musa. Ibnu Katsir menafsirkan kisah-kisah tersebut bukan sekadar sejarah, melainkan peringatan bahwa setiap umat yang mendustakan rasul akan mendapatkan azab Allah. Tafsir ini menekankan nilai sabar, istiqamah, dan keyakinan dalam menghadapi ujian iman.
Jilid ketujuh ini juga memuat peringatan keras tentang Hari Kiamat, hisab, dan balasan bagi orang beriman maupun kafir. Penafsirannya memadukan kekuatan dalil Al-Qur’an, hadits, dan riwayat sahabat sehingga menghadirkan makna yang kokoh secara ilmiah sekaligus menyentuh sisi spiritual pembaca.
Dengan gaya bahasa yang jelas dan penuh hujjah, Tafsir Ibnu Katsir Jilid 7 menjadi pengingat abadi bahwa jalan kebenaran selalu diwarnai ujian, namun kesudahan yang baik hanya milik orang-orang yang bertakwa.