🔹 Pengertian Mad Lazim adalah bacaan panjang yang terjadi ketika huruf mad bertemu dengan huruf sukun asli (tetap) dalam satu kata atau huruf hijaiyah. Disebut lazim karena wajib dipanjangkan dengan panjang bacaan 6 harakat, tidak boleh kurang atau lebih. Kata “lazim” berarti tetap/harus, menunjukkan bahwa semua qari’ sepakat untuk memanjangkannya. Mad Lazim berbeda dengan mad ‘aridh lis-sukun. Pada mad ‘aridh, huruf menjadi sukun hanya karena berhenti (waqaf), sehingga panjangnya boleh bervariasi (2, 4, atau 6 harakat). Sedangkan pada mad lazim, sukun itu asli, tertulis dalam mushaf, sehingga panjang bacaannya tetap 6 harakat baik dibaca waqaf maupun washal.
🔹 Pembagian Mad LazimMad Lazim terbagi menjadi dua kategori besar:
1. Mad Lazim Kalimi (مد لازم كلمي) Disebut kalimi karena terjadi di dalam sebuah kata. Jika ada huruf mad bertemu dengan huruf bertasydid (yang otomatis bersukun) dalam kata, maka berlaku mad lazim kalimi.
Contoh:وَلَا الضَّآلِّينَ (wa laa ad-dhaalliin) dalam QS. Al-Fatihah: 7 → terdapat alif sebelum huruf ل yang bertasydid.
الطَّامَّة (ath-thaammah) dalam QS. An-Nazi’at: 34. Kata الضَّآلِّينَ sering dijadikan contoh utama karena huruf ل setelah huruf mad (alif) bertasydid, sehingga wajib dipanjangkan 6 harakat.
2. Mad Lazim Harfiy (مد لازم حرفي) Disebut harfiy karena terjadi pada huruf-huruf muqaththa‘ah (huruf-huruf terpotong) yang muncul di awal beberapa surat Al-Qur’an. Contohnya: الم, طه, يس, حم, كهيعص. Cara membacanya: sebagian huruf ketika dieja mengandung mad thabi‘i yang bertemu dengan huruf sukun, sehingga wajib dipanjangkan 6 harakat.
Contoh:الم (alif-laam-miim) pada awal QS. Al-Baqarah.
يس (yaa siin) pada awal QS. Yasin.
طه (taa haa) pada awal QS. Taha. Dalam hal ini, misalnya huruf لاَم (ل) ketika dibaca menjadi laam → mengandung alif (mad), lalu setelahnya ada mim mati, sehingga terbentuk mad lazim harfiy.