Mad Jaiz Munfasil terjadi apabila huruf mad berada di akhir kata, lalu bertemu dengan hamzah di awal kata berikutnya. Dinamakan munfasil karena terpisah antara huruf mad dan hamzah, yakni berbeda kata. Disebut jaiz karena menurut sebagian qira’at boleh dibaca pendek (2 harakat) atau panjang (4–5 harakat). Namun dalam riwayat Hafs yang umum dipakai di Indonesia, bacaan yang lebih utama adalah 4–5 harakat.
Contoh ayat:فِي أَنفُسِكُمْ (fii anfusikum) dalam QS. Ali Imran: 30.
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ (innaa a‘thaynaaka) dalam QS. Al-Kautsar: 1.