Ringkasan Isi Buku “Ahkam al-Qur’an” karya Imam al-Syafi’i
Kitab ini merupakan karya fiqh dan tafsir hukum (تفسير فقهي) yang disusun oleh Imam Muhammad bin Idris al-Syafi’i (150–204 H). Fokus utamanya adalah penjelasan ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan hukum syariat (ahkam).
- Pendahuluan
Imam al-Syafi’i menjelaskan metodologi istinbath hukum dari Al-Qur’an.
Menekankan pentingnya bahasa Arab, asbab al-nuzul, dan sunnah Nabi sebagai penjelas Al-Qur’an.
Menolak penafsiran yang hanya bersandar pada akal tanpa dalil.
- Pembahasan Utama
Kitab ini menafsirkan ayat-ayat hukum yang berkaitan dengan:
Ibadah: shalat, zakat, puasa, dan haji.
Muamalah: jual beli, hutang-piutang, syirkah, dan warisan.
Nikah: akad pernikahan, mahar, talak, iddah, dan rujuk.
Pidana (jinayah): hudud, qishash, diyat.
Peradilan dan kesaksian: syarat hakim, saksi, dan prosedur hukum.
Jihad dan hubungan internasional: hukum perang, ghanimah, dan perlindungan non-Muslim.
- Metodologi Imam Syafi’i
Menguatkan pendapat dengan dalil Al-Qur’an, Sunnah, ijma’, dan qiyas.
Banyak menegaskan prinsip tafsir Al-Qur’an dengan Al-Qur’an dan Sunnah.
Menolak pemahaman zahir semata jika bertentangan dengan dalil yang lebih kuat.
- Karakteristik Kitab
Salah satu kitab paling awal yang membahas tafsir hukum Al-Qur’an secara sistematis.
Menjadi rujukan utama bagi mazhab Syafi’i dan juga digunakan oleh fuqaha lintas mazhab.
Memadukan tafsir, fiqh, dan ushul fiqh.
👉 Kesimpulan:
Kitab Ahkam al-Qur’an karya Imam Syafi’i adalah karya klasik yang menjelaskan ayat-ayat hukum dalam Al-Qur’an dengan pendekatan tafsir fiqhi. Pembahasannya meliputi hukum ibadah, muamalah, nikah, pidana, peradilan, hingga jihad. Metode Imam Syafi’i menekankan dalil naqli (Al-Qur’an & Sunnah), serta ijtihad dengan qiyas, sehingga kitab ini menjadi landasan penting bagi fiqh Islam, khususnya dalam mazhab Syafi’i.
https://drive.google.com/file/d/1qokVNioTuuXhDxRav13sfZJo-nPRzcRp/view?usp=drivesdk