Lompat ke konten

Jilid I Tafsir al-Marāghī

Kairo – Jilid I Tafsir al-Marāghī membuka jalan bagi pembaca untuk menyelami pesan suci al-Qur’an dengan bahasa yang sederhana dan menyentuh kehidupan nyata. Ahmad Musthafa al-Marāghī memulai tafsirnya dengan Surat al-Fatihah, yang ia gambarkan sebagai inti ajaran Islam. Menurutnya, al-Fatihah bukan sekadar bacaan wajib dalam shalat, tetapi sebuah “konstitusi hidup” yang menuntun manusia agar senantiasa bertauhid, bersyukur, dan berdoa memohon jalan lurus.

Setelah itu, al-Marāghī beranjak pada Surat al-Baqarah, surah terpanjang dalam al-Qur’an. Di sini, ia menekankan bagaimana hukum-hukum syariat Islam terkait ibadah dan muamalah sejatinya hadir untuk membangun masyarakat yang adil, disiplin, serta saling peduli. Ketika menafsirkan ayat-ayat tentang shalat, zakat, dan puasa, al-Marāghī tidak hanya menjelaskan kewajiban ritualnya, melainkan juga menekankan nilai moral yang terkandung di baliknya: membentuk pribadi yang sabar, dermawan, dan bertanggung jawab.

Al-Marāghī juga menyoroti kisah-kisah Bani Israil yang diabadikan dalam Surat al-Baqarah. Baginya, kisah itu bukan sekadar sejarah, tetapi peringatan agar umat Islam tidak terjebak pada kesombongan, sikap ingkar, dan penyimpangan moral yang pernah dilakukan kaum terdahulu. Ia menekankan bahwa al-Qur’an adalah cahaya yang akan menuntun siapa saja yang mau merendahkan hati dan mengambil pelajaran.

Dengan gaya penafsiran yang lugas dan tidak bertele-tele, jilid pertama ini berhasil memikat banyak kalangan. Tidak hanya ulama, tetapi juga guru, pelajar, dan masyarakat umum yang ingin menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Melalui jilid I ini, al-Marāghī berhasil menghadirkan tafsir yang mudah dipahami sekaligus relevan dengan tantangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *