Lompat ke konten

Tafsir Al-Mishbah

Tafsir Al-Mishbah: Cahaya Pencerahan dari Indonesia untuk Dunia Islam

Jakarta – Tafsir Al-Mishbah karya Prof. Dr. M. Quraish Shihab hadir sebagai salah satu mahakarya tafsir modern dari Indonesia yang mampu menjembatani antara teks al-Qur’an dengan realitas kehidupan umat. Kitab ini terdiri dari 15 jilid dan mulai diterbitkan pada awal tahun 2000-an, ditulis dengan gaya bahasa yang sejuk, komunikatif, dan penuh hikmah, sehingga mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Nama Al-Mishbah sendiri berarti pelita atau cahaya penerang, melambangkan harapan agar kitab tafsir ini menjadi cahaya bagi umat Islam dalam memahami pesan-pesan al-Qur’an di tengah dinamika zaman modern. Quraish Shihab, dengan latar belakang akademik yang mendalam di Universitas al-Azhar Mesir, memadukan tradisi tafsir klasik dengan pendekatan kontemporer yang relevan.

Dalam penulisannya, Tafsir Al-Mishbah tidak hanya menekankan aspek hukum atau akidah, tetapi juga menyoroti nilai-nilai sosial, budaya, dan kemanusiaan. Setiap penafsiran disampaikan dengan alur yang runut, diawali dengan pengenalan makna bahasa, konteks sejarah turunnya ayat, lalu ditarik ke dalam konteks kehidupan modern.

Salah satu ciri khas tafsir ini adalah kemampuannya berbicara langsung kepada masyarakat Indonesia. Quraish Shihab kerap mengaitkan ayat dengan kondisi bangsa, persoalan moral, hingga tantangan sosial politik. Karena itulah, Tafsir Al-Mishbah menjadi rujukan utama dalam kajian al-Qur’an di tanah air, baik di kalangan akademisi, dai, maupun masyarakat umum.

Di berbagai jilidnya, Quraish Shihab menghadirkan al-Qur’an sebagai kitab yang penuh kasih sayang, penuntun kehidupan, dan sumber solusi bagi setiap problem manusia. Ia menegaskan bahwa pesan al-Qur’an bersifat universal, melampaui sekat budaya dan zaman, sehingga mampu menuntun umat menuju kehidupan yang lebih adil, damai, dan berakhlak mulia.

Tak hanya menjadi bacaan ilmiah, Tafsir Al-Mishbah juga menjadi referensi utama dalam program televisi “Tafsir Al-Mishbah” yang ditayangkan setiap bulan Ramadan. Melalui medium ini, pesan tafsir semakin mudah menjangkau masyarakat luas, menghadirkan al-Qur’an sebagai sahabat dalam keseharian umat.

Dengan kehadiran Tafsir Al-Mishbah, Indonesia tercatat dalam khazanah tafsir dunia Islam sebagai negara yang mampu menghadirkan karya monumental, yang bukan hanya menafsirkan teks suci, tetapi juga membumikan ajarannya bagi masyarakat modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *