Lompat ke konten

Tafsir Ibnu Mas’ud

Judul: Tafsir Ibnu Mas‘ud

Sumber Utama: Riwayat tafsir dari Abdullah bin Mas‘ud (RA), sahabat Nabi yang dikenal ahli Qur’an.

Penyusun & Pentahqiq Modern: Muhammad Ahmad Isawi

Asal: Disusun sebagai tesis Magister (MA) di Universitas Kairo, tahun 1400 H / 1980 M.

Rekomendasi: Dinyatakan mumtaz (sangat baik) dan direkomendasikan untuk dicetak.

Penerbit Indonesia: Pustaka Azzam, Jakarta, 2002 M.

Isi dan Struktur Kitab

Kitab ini terdiri dari dua bagian besar:

1. Bagian Pertama: Studi Tentang Ibnu Mas‘ud dan Tafsirnya

  • Biografi Abdullah bin Mas‘ud (RA)
    • Asal-usul dari kabilah Hudzail, hidup sederhana sebagai penggembala kambing.
    • Masuk Islam di masa awal dakwah Makkah, dikenal sebagai sahabat yang dekat dengan Nabi.
    • Termasuk sahabat yang paling banyak meriwayatkan tafsir.
  • Gaya Tafsir Ibnu Mas‘ud:
    • Menggunakan Al-Qur’an dengan Al-Qur’an.
    • Menafsirkan dengan hadis Nabi SAW.
    • Merujuk pada asbābun nuzūl (sebab turunnya ayat).
    • Membedakan muhkam dan mutasyabih, nasikh dan mansukh.
    • Menafsirkan ayat-ayat terkait Ahli Kitab.
    • Menyampaikan tafsir dengan ijtihad bila tidak ada riwayat langsung.
  • Keistimewaan:
    • Beliau adalah sahabat pertama yang menyiarkan bacaan Al-Qur’an keras-keras di Makkah.
    • Memiliki murid-murid di Kufah, sehingga tafsirnya berkembang melalui jalur riwayat.
    • Bagian Kedua: Kumpulan Riwayat Tafsir Ibnu Mas‘ud
    • Disusun sesuai urut mushaf (dari Al-Fatihah hingga An-Nas).
    • Setiap surah dilengkapi dengan:
      • Riwayat tafsir kata per kata (makna lughawi / bahasa).
      • Penjelasan hukum (jika terkait hukum fikih).
      • Asbabun nuzul (konteks turunnya ayat).
      • Qiraat / bacaan Ibnu Mas‘ud (beberapa berbeda dengan mushaf Utsmani, tapi tidak bertentangan secara makna).

Bagian Kedua: Kumpulan Riwayat Tafsir Ibnu Mas‘ud

  • Disusun sesuai urut mushaf (dari Al-Fatihah hingga An-Nas).
  • Setiap surah dilengkapi dengan:
    • Riwayat tafsir kata per kata (makna lughawi / bahasa).
    • Penjelasan hukum (jika terkait hukum fikih).
    • Asbabun nuzul (konteks turunnya ayat).
    • Qiraat / bacaan Ibnu Mas‘ud (beberapa berbeda dengan mushaf Utsmani, tapi tidak bertentangan secara makna).
  • Contoh isi tafsir:
    • Surah Al-Fatihah: Penjelasan istilah Isti‘adzah, makna al-hamdu, dan tafsir ayat per ayat.
    • Surah Al-Baqarah: Tafsir ayat tentang kisah Nabi Adam, perintah shalat, hukum-hukum syariat, hingga kisah Bani Israil.
    • Surah Ali Imran: Tafsir ayat tentang kisah Nabi Isa dan dialog dengan Ahli Kitab.
    • Surah An-Nahl, Al-Isra’, Al-Kahfi: Banyak penjelasan terkait akidah, ibadah, dan adab.
    • Berlanjut hingga Surah An-Nas.

Poin-Poin Penting Kitab Ini

  1. Ibnu Mas‘ud RA sebagai rujukan tafsir bil-ma’tsur
    – Tafsirnya berbasis riwayat otentik dari Nabi SAW dan ijtihad sahabat.
  2. Metodologi penyusun (Isawi)
    – Menghimpun tafsir dari 25 kitab turats klasik (Ath-Thabari, As-Suyuthi, Ibnu Katsir, dll).
    – Menyusun berdasarkan urutan mushaf.
    – Mengutamakan riwayat musnad & shahih, riwayat lemah hanya disebut di catatan kaki.
  3. Keunikan tafsir Ibnu Mas‘ud
    – Lebih menekankan makna lughawi (bahasa).
    – Banyak mengandung tafsir hukum praktis (shalat, waris, jihad).
    – Fokus pada realitas umat (Ahli Kitab, munafik, masyarakat Arab saat itu).
  4. Nilai akademis
    – Awalnya merupakan tesis ilmiah, sehingga sistematis dan disertai takhrij (penelusuran sanad).
    – Menjadi sumber penting dalam studi tafsir sahabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *