Tafsir Ibnu Katsir Jilid 8, Penutup Penuh Hikmah dari Surah Yusuf hingga Surah An-Nahl
Damaskus — Serial besar Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim karya Imam Ibnu Katsir akhirnya mencapai jilid kedelapan, yang sekaligus menjadi penutup dari edisi terjemahan ringkasnya. Bagian ini menghadirkan tafsir mendalam mulai dari Surah Yusuf hingga Surah An-Nahl, dengan kekayaan kisah, hukum, serta pelajaran iman yang tak lekang oleh zaman.
Surah Yusuf tampil sebagai permata kisah dalam Al-Qur’an. Ibnu Katsir menafsirkan perjalanan Nabi Yusuf ‘alaihissalām secara lengkap, dari masa kecil hingga menjadi pemimpin Mesir. Kisah penuh ujian ini mengajarkan ketabahan, kesucian diri, dan kekuatan memaafkan, menjadikannya pelajaran universal bagi umat manusia.
Berlanjut ke Surah Ar-Ra’d dan Surah Ibrahim, tafsir menyoroti keesaan Allah, tanda-tanda kebesaran-Nya di alam semesta, serta janji pasti bagi orang beriman. Ibnu Katsir menekankan pentingnya keikhlasan dalam beramal dan keyakinan bahwa pertolongan Allah datang bagi mereka yang teguh di jalan-Nya.
Pada Surah An-Nahl, yang juga dikenal sebagai Surah an-Ni’mah (surah nikmat), Ibnu Katsir menafsirkan ayat-ayat tentang limpahan karunia Allah bagi manusia, seruan agar bersyukur, serta ancaman bagi kaum yang kufur nikmat. Tafsir ini mengingatkan bahwa seluruh aspek kehidupan manusia, dari rezeki hingga petunjuk, bersumber dari kasih sayang Allah.
Sebagai penutup, Tafsir Ibnu Katsir Jilid 8 meneguhkan pesan utama seluruh Al-Qur’an: seruan tauhid, ajakan beramal saleh, serta peringatan akan akhirat. Dengan merujuk pada hadits sahih dan atsar para sahabat, Imam Ibnu Katsir menutup magnum opus-nya dengan warisan ilmu yang terus hidup dari abad ke abad.