Tafsir Ibnu Katsir Jilid 6, Menggali Hikmah dari Surah Al-Anfal hingga At-Taubah
Damaskus — Kitab tafsir monumental Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim karya Imam Ibnu Katsir memasuki jilid keenam, yang berfokus pada penafsiran dua surah penting: Al-Anfal dan At-Taubah. Kedua surah Madaniyah ini sarat dengan tuntunan jihad, kepemimpinan, serta pembinaan masyarakat Islam pada masa awal di Madinah.
Dalam penafsiran Surah Al-Anfal, Ibnu Katsir mengupas kisah besar Perang Badar, kemenangan kaum Muslim, dan pelajaran yang bisa diambil dari strategi serta keteguhan iman para sahabat. Ayat-ayat tentang pembagian harta rampasan perang, sikap tawakal, dan pentingnya ketaatan kepada Allah dan Rasul menjadi sorotan utama dalam tafsir ini.
Sementara itu, Surah At-Taubah — satu-satunya surah yang tidak diawali dengan basmalah — ditafsirkan dengan penekanan pada peringatan keras terhadap kaum munafik dan orang-orang yang ingkar janji. Ibnu Katsir menjelaskan secara rinci tentang perintah jihad, sikap terhadap kaum musyrikin dan Ahli Kitab, serta pentingnya solidaritas umat dalam menjaga kekuatan Islam.
Jilid ini juga memuat pesan moral yang kuat tentang kesungguhan dalam menegakkan agama, ketulusan dalam berjuang, serta ancaman bagi mereka yang berpaling dari jalan kebenaran. Dengan gaya penafsiran yang lugas dan berbasis pada hadits serta atsar sahabat, Ibnu Katsir menghadirkan tafsir yang tidak hanya akademis, tetapi juga membakar semangat perjuangan umat.
Hingga kini, Tafsir Ibnu Katsir Jilid 6 tetap menjadi inspirasi dalam memahami dinamika dakwah, jihad, dan pembinaan masyarakat Islami, serta relevan dijadikan pedoman dalam menghadapi tantangan zaman.