Damaskus — Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim karya Imam Ibnu Katsir kembali hadir dalam jilid ketiganya, menyajikan penafsiran mendalam yang sarat hikmah. Pada bagian ini, penafsiran berlanjut dari penghujung Surah Al-Baqarah hingga mencakup Surah Ali ‘Imran dan An-Nisa’, dua surah besar yang menyimpan kandungan hukum, kisah, dan akidah penting.
Dalam Jilid 3, pembaca diajak memahami peringatan Allah kepada kaum beriman tentang ketaatan, ujian, serta pentingnya menjaga persatuan umat. Surah Ali ‘Imran memberikan fokus pada kisah keluarga Imran, kelahiran Maryam, mukjizat Nabi Isa, hingga peringatan bagi Ahli Kitab. Ibnu Katsir menafsirkan ayat-ayat ini dengan merujuk pada hadits sahih dan riwayat sahabat, sehingga makna-makna akidah semakin jelas.
Sementara itu, Surah An-Nisa’ membahas hukum-hukum sosial yang vital, mulai dari warisan, pernikahan, hak perempuan, hingga peringatan keras terhadap perbuatan zalim dan kemunafikan. Ibnu Katsir menguraikan ayat-ayat ini dengan tegas, menekankan pentingnya keadilan dan perlindungan terhadap kaum lemah dalam masyarakat Islam.
Selain hukum, jilid ini juga sarat kisah umat terdahulu sebagai pelajaran berharga agar kaum Muslim tidak terjerumus dalam kesalahan yang sama. Tafsir ini meneguhkan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar kitab bacaan, tetapi pedoman hidup yang relevan sepanjang zaman.
Dengan bahasa yang lugas dan pendekatan yang ilmiah, Tafsir Ibnu Katsir Jilid 3 kembali membuktikan dirinya sebagai warisan keilmuan yang menghubungkan wahyu dengan realitas kehidupan umat.