Lompat ke konten

Mad ‘Aridh Lis-Sukun (مَدّ عارض للسكون)

Mad ini terjadi jika ada huruf mad di akhir kalimat, kemudian pembaca berhenti (waqaf), sehingga huruf terakhir menjadi sukun karena berhenti. Panjang bacaannya bervariasi: boleh 2, 4, atau 6 harakat. Semua panjang bacaan ini sah dan benar.

Contoh ayat:نَسْتَعِينُ۝ (nasta‘iinu) dalam QS. Al-Fatihah: 5.الرَّحِيمُ

۝ (ar-rahiimu) dalam QS. Al-Fatihah: 3.

Jika ayat ini disambung (tidak berhenti), maka kembali ke hukum mad thabi‘i (2 harakat).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *